BWS dan Dinas PUPR Tapin Susun DED Peringatan Dini Bencana

  • 10 November 2020
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 49 Pengunjung
BWS dan Dinas PUPR Tapin Susun DED Peringatan Dini Bencana
Bendungan Tapin Bakal Dipasang Alat Deteksi Dini Bencana Banjir. RANTAU,- Dinas PUPR Kabupaten Tapin dan BWS Kalimantan II gelar pertemuan konsultasi guna mendengarkan segala saran dan masukan masyarakat terkait penyusunan DED sistem informasi peringatan dini Bendungan Tapin yang dihadiri seluruh stake holder, selasa (03/11/2020) bertempat di Aula Gedung Disnaker Tapin. Pertemuan PKM DED dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PUPR Tapin H Yustan Adzidin dan dihadiri perwakilan kepala BWS Kalsel, konsultan serta para Danramil, Kapolsek, Camat, Lurah, para kepala desa dan tokoh masyarakat. Seperti yang disampaikan Yustan Adzidin, pertemuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa Bendungan Tapin memiliki sistem antisifasi bencana. Tersedianya sistem informasi peringatan dini penting untuk menjaga keselamatan masyarakat seumpama terjadi bocor atau keruntuhan bendungan. Nantinya Bendungan Tapin akan dipasang alat yang dapat mendeteksi disi seumpama terjadi kebocoran atau keruntuhan dan dalam paparan konsultan telah dijelaskan sebaran banjir dan dimana lokasi - lokasi yang menjadu titik kumpul seumpama terjadi keruntuhan. Dikatakan H Yustan Adzidin, alat deteksi dini yang dipasang sangat canggih untuk memberitahukan masyarakat seumpama terjadi bencana, semacam peringatan sunami, alat deteksi dini yang dipasang bekerja seperti itu. Ditambahkan H Yustan, pertemuan konsultasi sekaligus membicarakan dampak - dampak yang timbul setelah pengisian untuk dilakukan identifikasi, apakah ada kebocoran dan apa dampaknya bagi masyarakat, akan kita pelajari." Ujarnya. Karena menampung 77 juta kubik air, itu bukan jumlah yang kecil, karena itu disini kita membahas segala masukan dan saran sebagai bahan dinformasi kepada konsultan, agar segala kendala dapat kita prediksi sejak dini. "Karena kekuatan bendungan bertahan hingga ratusan tahun, mudah - mudahan tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan." Tambah H Yustan Adzidin. Sementara itu dalam paparan Konsultan, Bendungan yang memiliki multi kultus, multi fungsi dan multi guna terutama untuk mereduksi banjir namun disamping itu Bendungan juga memiliki bahaya, salah satunya saat air melimpah atau kelebihan daya tampung dapat menyebabkan banjir dan bahaya kedua terjadinya keruntuhan bendungan. Yang kita antisifasi disini ialah jika terjadi keruntuhan, air akan merembes kemana saja, itu yang kita pelajari," kata Konsultan. Dari pengukuran topografi, seumpama terjadi keruntuhan maka diperkirakan air akan menggenangi 61 desa / kelurahan dan 8 kecamatan yang ada di Tapin. Karena dalam perencanaan DED inilah kita akan membuat prioritas lokasi - lokasi mana saja yang akan kita buat pos pengamanan. Dalam pertemuan konsultasi, selain mendengarkan paparan dari konsultan, acara diisi dengan tanya jawab untuk mendengarkan saran dan masukan dari para Camat dan Kapolsek bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan II.
  • 10 November 2020
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 49 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita