Dinas Pertanian Tapin Genjot Tanam IP 300.

  • 27 Oktober 2020
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 57 Pengunjung
Dinas Pertanian Tapin Genjot Tanam IP 300.
Sekolah Lapang IPDMIP Ajarkan Metode Tanam Jajar Legowo Dengan Alat Transplanter. RANTAU,- Tingkatkan hasil produksi pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Tapin genjot tanam IP 300 dan sekaligus melaksanakan sekolah lapang IPDMIP (Integrated Participatory Development & Management Of Irrigation Program), jumat (22/10/2020). Bertempat Desa Binderang Kecamatan Lokpaikat, kegiatan tanam sekaligus sekolah lapang dihadiri Kepala Dinas Pertanian Wagimin SP, Kabid Tanaman Pangan M Rifki Hidayatullah, POPT Kecamatan Lompaikat Raudah serta kelompok tani dari 4 desa, desa Gadung, Binderang, CLU dan desa Bitahan Baru. Wagimin SP mengungkapkan, mengawali awal musim penghujan, tanam padi di desa Binderang merupakan kegiatan percepatan tanam dalam rangka memacu peningkatan produksi pangan di Kabupaten Tapin. Dengan percepatan tanam ini, kita ingin menggerakkan para petani agar supaya melaksanakan percepatan tanam dan pengolahan lahan dalam mengejar indek pertanaman. Dari IP 100 menjadi IP 200 dan IP 200 menjadi IP 300. "Bersama petani desa Biderang kita melaksanakan tanam serentak yang harapannya dapat diikuti oleh petani lainnya untuk melaksanakan percepatan tanam bagi petani diwilayah Tapin," kata Wagimin Seperti yang diutarakan Wagimin, Tanam serentak ini untuk mengejar sasaran tanam kita di tahun 2021 seluas 84.000 hektar, karena itu walau daerah tadah hujan tidak menjadi permasalahan dalam melaksanakan tanam. Semoga dengan percepatan tanam ini kita dapat meningkatkan indek pertanaman sehingga dapat mencapai target produksi secara maksimal yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani kita. "Terkait sekolah lapang IPDMIP ialah untuk meningkatkan sumber daya para petani yang berada diwilayah - wilayah irigasi dengan tujuan mereka dapat memanfaatkan air irigasi yang sederhana dan terbatas namun mampu dimanfaatkan secara maksimal." Tambahnya. Sementara itu, Nafiah ketua Posyentek Kecamatan Bungur, selaku nara sumber sekolah lapang, dalam paparannya menjelaskan berbagai hal tentang cara tanam jajar legowo menggunakan alat transplanter. Dari cara menyemai hingga penggunaan alat transplanter dengan jarak 2 : 1 diajarkan kepada seluruh peserta," kata Nafian kepada awak kedia. Raudah POPT Kecamatan Lokpaikat menambahkan, kegiatan sekolah lapang juga menjadi ajang bersilaturahmi dan berbagi pengalaman antar petani. Melalui Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani (Farmer to farmer knowledge sharing forum) semua petani juga ingin melihat keberhasilan petani - petani di daerah lain.. "Melalui sharing pengalaman, kita dapat menampung aspirasi para petani dan mengetahui permasalahan - permasalahan yang dihadapi. Untuk desa Binderang sendiri saat ini menjadi tempat penangkaran bibit unggul di Kab.Tapin, karena itu petani - petani yang datang dalam sekolah lapang sekaligus untuk belajar." Papar Raudah.
  • 27 Oktober 2020
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 57 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita