Semua Sekolah Bakal Mendapatkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

  • 28 Oktober 2019
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 214 Pengunjung
Semua Sekolah Bakal Mendapatkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak
DP3A Targetkan Semua Sekolah Mendapatkam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak.
 
RANTAU,- Dalam rangka memberikan perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kab.Tapin kembali menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak yang dilaksanakan di SDN 1 Kupang 1 di jalan A Yani KM 2 Kel.Kupang, Kec.Tapin Utara, belum lama tadi.
 
Acara dibuka secara resmi oleh Kadis PPPA Hj Lailian Nor dan dihadiri oleh Camat Tapin Utara M Lohtfy, Hj Mastika Murni Kadid PPA Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab.Tapin Hj Normaniah SPd MM kepala Sekolah SDN 1 Kupang serta narasumber Ike Aulia dan Novita Purba dari UPPA Polres dan Edy Lukman Hakim dari Sakti Peksos Perlindungan Anak Kementerian Sosial.
 
Hj Lailian Nor Kadis PPPA dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di SDN 1 Kupang. "Terutama antusias para guru SDN Kupang 1 dalam bertanya dan mengikuti setiap paparan yang disampaikan, inilah yang kita harapkan agar sosialisasi dapat berdampak maksimal."kata Hj Lailian Nor.
 
Dalam melindungi anak-anak dari tindak kekerasan, berharap kegiatan sosialisasi ini dapat dilaksanakan disetiap sekolah," ucap Hj Lailian Nor.
 
 
Sementara itu dalam paparan yang disampaikan oleh Ike Aulia dan Novita Purba dari UPPA Polres memberikan penjelasan bagaimana agar anak terhindar dari tindak kekerasan.
 
"jika ada kasus terkait anak, baiknya guru berkonsultasi dengan P2TP2A untuk melakukan konseling bagaimana cara penanganan anak yang bermasalah." 
 
"Dengan berkonsultasi tentu kita tau apa yang harus dilakukan untuk anak membantu atau menolong anak yang bermasalah."Kata Ike Aulia.
 
Sementara itu Novita Purba meminta agar para guru yang mengajar lebih menggunakan feeling atau perasaan, contoh dalam melakukan sebuah tindakan terhadap anak seperti kita ingin menyuruh anak berlari, seperti saat berolahraga, tentu kita harus melihat kondisi anak, apakah anak bisa atau tidak anak melakukannya.
 
"Jika kondisi anak tidak memunkinkan tentu kita tidak ingin menyuruh anak itu berlari, karena itu kita harus melihat kondisi anak dengan perasaan kita," tambah Novita.
 
Begitu juga saat kita memberi hukuman kepada anak, kita harus menggunakan feeling atau dengan dan melihat kondisi anak, apakah bisa kita berikan hukuman atau tidak.
 
Intinya kita harus menggunakan perasaan saat ingin melakukan tindakan terhadap anak, hal ini agar tidak terjadi seperti kejadian yang sekarang sedang viral, dimana saat anak disuruh berlari baru beberapa berlari anak itu roboh dan meninggal." Tandas Novita.
 
Sementara itu Edy Lukman Hakim dari Sakti Peksos Perlindungan Anak Kementerian Sosial yang juga menjadi narasumber kegiatan sosialisasi menjelaskan tentang upaya pencegahan kekerasan fisik.
 
Seperti yang diurakan Edi dalam mencegah kekerasan fisik terhadap anak, yang pertama kita harus tau tanda tandanya.
 
Misal ada orang yang membawa kayu atau batu, saat itu kita harus menghindar dan jangan mendekat. Selanjutmga jika melewati tempat sunyi atau rawan, baiknya kita jangan main kesana."kata Edi menjelaskan.
 
 
Selain itu untuk mencegah tindak kekerasan, anak-anak juga harus mempelajari tehnik beladiri seperti karete, hal ini untuk menjaga dan membela diri dan bukan untuk berkelahi.
 
Serta jangan membully teman atau mengatai teman-teman dan jangan menonton film yang mencontohkan kata-kata kasar.
 
Jika ada teman yang menangis, jangan diledek, jika ada teman sepatunya bolong juga jangan di bully, jangan berkelahi sesama teman dan tidak melakukan tindak keerasan terhdapa teman.
 
Terutama dalam bercanda agar, jangan berlebihan yang dapat mengakibatkan cedera. "Kata Edi saat menyampaikan paparannya dihadapan para siswa.
  • 28 Oktober 2019
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 214 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita