Dinkes Tapin Gelar Pertemuan AMP Tingkat Kab.Tapin.

  • 09 Oktober 2019
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 70 Pengunjung
Dinkes Tapin Gelar Pertemuan AMP Tingkat Kab.Tapin.
Dinkes Tapin Gelar Pertemuan AMP Tingkat Kab.Tapin.
 
RANTAU,- Dinas Kesehatan Kab.Tapin, kamis (26/10/2019) menggelar pertemuan audit maternal perinatal (AMP) tingkat Kab.Tapin tahun 2019, bertempat di Aula Pendopo Balahendang Rantau.
 
Pertemuan dilaksanakan dalam rangka menekan bersama angka kesakitan dan kematian ibu dan anak guna meningkatkan pelayanan KIA dalam rangka mempercepat penurunan AKI, AKN dan Stunting yang dilaksanakan oleh Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kab.Tapin.
 
 
Pertemuan menghadirkan para narasumber yaitu Dr Milhan SPoG dan Dr Budiyanto Spesialis Anak RSUD Datu Sanggul dengan peserta seluruh kepala Puskesmas ke Kab.Tapin beserta bidang kordinator, pengelola data, pengelola gizi dan bidang desa.
 
 
Kepala Seksi Kesga dan Gizi Sri Endang Darmawati SST mengatakan, pertemuan dilaksanakan dalam rangka menghimpun segala informasi dari setiap kelompok terdekat untuk mendapatkan masukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kab.Tapin.
 
Kegiatan audit maternal ini kata, Endang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dengan pendekatan pemecahan masalah dan audit ini merupakan kegiatan untuk menelusuri penyebab kesakitan dan kematian ibu dan bayi dengan maksud mencegah kesakitan dan kematian ibu dan bayi dimasa yang akan datang," kata Endang.
 
 
Sementara itu Kadis Kesehatan H Errani Martin SKM yang diwakili Kabid Kesmas Puji Winarta SkM Mkes menyambut positif kegiatan pertemuan Audit Maternal Ferinatal guna menekan angka kematian ibu dan bayi.
 
"Kegiatan ini sekaligus kita melakukan evaluasi apa yang menjadi penyebab dan faktor-faktor terkait penyebab kesakitan dan ferinatal," kata Puji Winarta.
 
Karena itu tujuan dari kegiatan ini yaitu menerapkan pembahasan analitik mengenai kasus kebidanan dan ferinatal secara teratur dan berkesinambungan yang dilakukan Dinas Kesehatan dan RSUD serta pihak terkait lainnya.
 
Disini kita dapat menentukan intervensi dan pembinaan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemukan dalam pembahasan kasus serta tujuan dari kegiatan ini kita perlu mengembangkan koordinasi antara Dinas dan RSUD serta pihak terkait lainnya teehadap intervensi yang disepakati," tandas Puji.
  • 09 Oktober 2019
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 70 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita