Bawaslu Tapin Gelar Apel Siaga Patroli Pemilu 2019.

  • 15 April 2019
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 58 Pengunjung
Bawaslu Tapin Gelar Apel Siaga Patroli Pemilu 2019.
Bawaslu Tapin Gelar Apel Siaga Patroli Pemilu 2019. RANTAU,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab.Tapin gelar apel siap siaga Pemilu 2019 yang diikuti seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten dan Panwas Kecamatan se-Kab.Tapin, senin (15/04/2019) kemaren sore. Apel dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Tapin Thessa Aji Budiono dan dihadiri oleh anggota Bawaslu Kabupaten Tapin Fakhrian Noor dan Fathurrahman, Koordinator Kekretariat Heru Gunawan beserta seluruh staf dan Pegawai Bawaslu bersama Bawaslu Kelurahan dan Desa. Seperti yang dikatakan Thessa Aji Budiono, hari-hari paling penting yang berpotensi terjadinya kerawanan Pemilu, biasanya marak terjadi menjelang hari pencoblosan, terutama yang berkaitan dengan politik uang dan Politisasi Sara maupun kegiatan kampanye yang sebenarnya sudah tidak boleh dilaksanakan lagi pada masa tenang. Karena itu sesuai dengan ketentuan undang-undang dan peraturan tentang pengawas Pemilu, tugas pertama Bawaslu adalah mencegah terjadinya Money Politik atau politik uang." kata Aji dihadapan peserta apel. Dijelaskan Aji, sebagaimana yang kita tau bahwa politik uang telah menjadi momok dalam setiap perhelatan Pemilu maupun pemilihan kepala daerah, hampir di setiap masa proses pemilihan selalu saja ada isu tentang politik uang dan pada saat itu terjadi maka yang menjadi pertanyaan utama adalah dimana pengawas Pemilu berada. Karena itu oada apel ini kita ingin menyatukan kesepahaman dengan mengedepankan tindakan pencegahan untuk mencegah terjadinya politik uang. Dalam apel ini kita ingin menyampaikan bahwa pelaksanaan patroli pengawasan akan dilaksanakan di wilayah kabupaten Tapin dan dilingkungan kecamatan masing-masing dengan turut melibatkan staf-staf pegawai maupun Panwaslu kelurahan dan desa di wilayah kecamatannya masing-masing." terang Aji. Sesuai dengan potensi kerawanan terjadinya politik uang, kapan politik uang terjadi baik di malam hari berarti pada malam hari, saat itulah dilakukan patroli pengawasan, apabila politik yang berpotensi terjadi di sore hari, patroli pengawasan dilakukan pada sore hari." kata Aji. Pengawasan Bawaslu berbeda dengan instansi lain misalkan Badan Intelijen dimana inteligen akan melakukan pengawasan dengan sembunyi-sembunyi dengan cara atau menelisik atau memantau dari jauh. Bawaslu bukan seperti itu, kita melakukan pengawas Pemilu dengan mengedepankan strategi pencegahan artinya dalam melakukan patroli pengawasan, Pengawas Pemilu diminta menampilkan diri dan bukan dengan cara sembunyi-sembunyi, bukan dengan cara memantau dari jauh atau dengan cara mengintip, bukan seperti itu cara kerja Bawaslu. Kita harus mengenakan atribut kita sebagai pengawas Pemilu, tunjukkan bahwa kita adalah pemantau dan kita harus menampilkan posisi kita di tengah masyarakat agar masyarakat tahu dan pengawas Pemilu melakukan pengawasan di tengah-tengah masyarakat. Mengapa seperti itu artinya dengan kehadiran pengawas orang-orang yang sebelumnya ingin melakukan pelanggaran ketika melihat kita hadir untuk melakukan pelanggaran mereka akan mengurungkan niatnya untuk melakukan pelanggaran. Tugas kita ialah melakukan pencegahan dan melakukannya tidak dengan cara sembunyi-sembunyi atau memantau dari jauh menunggu kalau nanti ada terjadi pelanggaran Pemilu baru bergerak. Jangan menunggu ketika terjadi perang dulu baru kita melakukan operasi tangkap tangan, jadi bukan seperti itu," ucap Aji. Jadi mari kita (pengawas Pemilu) tunjukan dan tampilkan bahwa kita dapat melakukan pengawasan sehingga bagi mereka yang ingin melakukan pelanggaran mengurungkan niatnya." tambah Aji. Menutup arahannya, Aji meminta agar dalam patroli pengawasan tidak melibatkan pengawas TPS, hal inu karena pengawas TPS juga ada tugas wewenang dan tanggung jawabnya sendiri. Sangat disayangkan jika kita melakukan patroli pengawasan di malam hari pada malam malam menjelang 17 April dengan melibatkan pengawas TPS, akibatnya nanti saat pencoblosan pengawas TPS menjadi kelelelahan saat melaksanakan tugas utamanya melakukan pengawasan di TPS. Karen itu kita tidak melewatkan pengawas TPS dalam patroli pengawasan, hal itu agar mereka tidak kelelahan dan mengantuk pada saat pencoblosan, jika mereka mengantuk akibatnya tidak maksimal melakukan pengawasan di TPS." tandas Aji.
  • 15 April 2019
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 58 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita