Dinkes Tapin Tingkatkan Upaya Pencegahan DBD.

  • 13 Maret 2019
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 103 Pengunjung
Dinkes Tapin Tingkatkan Upaya Pencegahan DBD.

Dinkes Tapin Tingkatkan Upaya Pencegahan DBD.

RANTAU,- Sebagai peringkat ke-5 penderita DBD terbanyak di Kalsel dengan 57 penderita, Dinas Kesehatan Kab.Tapin tingkatkan upaya pencegahan penyebaran penyakit Deman Berdarah (DBD).

Dinas Kesehatan Kab.Tapin melalui Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Arifin SKep.NS.MM yang ditemui awak media, rabu (20/02/2019) mengatakan, memasuki musim penghujan atau memasuki musim kemarau atau saat-saat musin pancaroba adalah waktu yang harus diwaspadai karena, saat itulah sering timbulnya penyakit DBD," kata Arifin menjelaskan. 

Terkait para korban, Arifin mengakui semua korban sudah tertangani dengan baik dan alhamdulillan tahun ini tidak sampai ada kasus yang meninggal dunia karena deman berdarah," ungkapnya.

Karena itu kita meminta kepada warga agar selalu waspada saat terjadi perubahan musim, karena pada saat itulah banyak terjadi kasus DBD dan banyaknya kasus tahun ini diduga bertepatan dengan fase lima tahunan.

Dijelaskan Arifin, banyak cara untuk mencegah dari serangan DBD diantaranya kembali menggalakkan 3M Plus dan menjaga kebersihan lingkungan adalah hal yang terpenting.

Seperti membersihkan sampah lingkungan, menguras bak mandi secara rutin serta tidur menggunakan kelambu dan alat pengusir nyamuk tentu akan melindungi kita dari gigitan nyamuk dan terhindar dari DBD. 

Selain itu kita juga kembali akan menggalakkan kegiatan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk mengontrol jentik dan sarang nyamuk yang ada di rumah tangga, dimana juru pemantau jentik nyamuk akan selalu memonitor perkembangan jentik-jentik nyamuk disetiap wilayah.

Perlu diingatkan kata Arifin, pemberantasan sarang nyamuk dengan cara Fogging atau pengasapan sangat tidak dianjurkan, kecuali ada penderita dan penularan, karena fogging merupakan pemberantasan nyamuk dengan festisida yang bersifat racun.

Yang terbaik ialah menjaga lingkungan agar selalu bersih, serta masing-masing rumah tangga dapat menjadi Jumantik yang selalu memantau keberadaan jentik nyamuk dirumahnya masing-masing.

"Karena dengan fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa, dan nyamuk dewasa kembali akan ada jika jentik nyamuk tidak dimusnahkan," jelas Arifin.

  • 13 Maret 2019
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 103 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita