Isbat Nikah 53 Pasang Pengantin Pada HUT Tapin Ke-53

  • 03 Desember 2018
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 41 Pengunjung
Isbat Nikah 53 Pasang Pengantin Pada HUT Tapin Ke-53

53 Pasang Pengantin Ikuti Isbat Nikah Massal


RANTAU,- Pemerintah daerah Kab.Tapin bekerjasama Pengadilan Agama Rantau, Pengadilan Agama dan TP PPK melaksanakan isbat nikah masal dalam rangka memeriahkan HUT Kab.Tapin yang ke-53 yang dilaksanakan pada rabu (28/11/2018), bertempat di Aula Pendopo Balahendang kemaren pagi.

Acara isbat nikah dihadiri oleh Pj Sekda Tapin H Masyraninsyah, bersama Forkominda Tapin dan Ketua TP PKK Hj Ratna Ellyani Sip, Wakil Ketua TP PKK Hj Tata Syafrudin Noor beserta jajaran TP PKK Kab.Tapin.

Berhadir pula para Pimpinan SOPD, Ketua PA Tapin, Kakan Kemenag Tapin, para alim ulama, para pimpinan SOPD, Pimpinan Bank Kalsel, serta pimpinan instansi dan lembaga lingkup Pemkab Tapin serta para tokoh masyarakat petugas isbat nikah dan pasangan pengantin yang akan melaksanakan isbat nikah massal.

Ketua TP PKK Hj Ratna Ellyani SIP dalam laporan yang disampaikannya pada acara Isbat mengatakan, sesuai UU perkawinan yang harus tercatat sesuai UU yang berlaku, agar tidak terjadinya perkawinan siri yang tidak tercatat secara sah, maka isbat nikah adalah cara yang dapat ditempuh oleh pasangan suami-istri yang telah melangsungkan pernikahan siri agar dapat dicatat secara dan mendapatkan pengakuan dari negara, sehingga statusnya menjadi sah dan berkekuatan hukum.


53 pasang pengantin yang melaksanakan isbat nikah diikuti pasangan dari 12 Kecamatan di Tapin dimana untuk peserta tertua berusia 66 tahun atas nama Bapak Saharan dan Ibu Ijah dari Kec.Bakarangan dan pasangan termuda Sunadi dan Dina dari Kec.Binuang.

Bupati Tapin HM Arifin Arpan MM yang diwakili Pj Sekda Tapin H Masyraniansyah dalam kesempatan itu mengucapkan selamat kepada pasangan yang sudah secara resmi dinikahkan serta mendapat kutipan akta nikah serta terdaftar di KUA Kab.Tapin.

"Mudah-mudahan dengan isbat nikah masal ini tidak ada lagi pernikahan siri dan pernikahan anak di bawah umur di Kabupaten Tapin, karena sesuai dengan UU perwakinan semua pernikahan harus tercatat di KUA." 

Dengan isbat nukah ini, kita juga berharap masyarakat lebih mengerti tentang usia pernikahan, sebagaimana yang diatur dalam UU usia dewasa bagi laki-laki ialah 25 tahun dan perempuan 21 tahun.

Kita harapkan para orang tua tidak lagi menikahkan anaknya pada usia anak, paling tidak sudah berusia 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun untuk perempuan, hal ini agar pasangan benar-benar matang dan siap untuk menikah baik lahir maupun bathin.

Menikah dini tentu banyak kendala, dari segi segi berpikir yang belum matang dan sistem refroduksi yang belum berkembang maksimal, belum permasalahan ekonomi tentu akan menjadi kendala, jika menikah pada usia dini," tandas Pj Sekda.

  • 03 Desember 2018
  • Oleh: admin
  • Dibaca: 41 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita