Bupati Tapin Tandatangani MoU Percepatan Penurunan Perkawinan Anak

Rantau~  Bupati Tapin Drs. H. M Arifin Arpan, MM tandatangani MoU atau deklarasi kesepakatan bersama percepatan penurunan perkawinan anak Indonesia.
 
Penandatangan MoU atau deklarasi tersebut berlangsung di Taman Sangkareang Kota Mataram  Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu sat menghadiri acara Hari anaknasional.Hari anak nasional tahun 2016 kali ini yang dipusatkan di kota Mataram provinsai NTB mengambil tema ” lindungi anak akhiri kekerasan pada anak, semua anak kita”, dan acara HAN sekaligus peringatan yang pertama di gelar di luar Istana negara yang menjadi tua rumahKota Mataram Nusa Tenggara Barat.
 
Acara dihadiri, Menteri  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Dr. Yohana Susana Yembise Dip Apling, MA, Menteri KoordinatorPembangunan  Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Perwakilan Kementrian RI Se Indonesia, Gubernur NTB Tuan Guru H Zainul Madji.
 
Bupati Tapin menceritakan bahwa pada saat menghadiri Hari Anak Nasional di  kota Mataram  tersebut ia selaku bupati kabupaten Tapin bersama sejumlah bupati dan walikota lainnya turut serta menandatangani MoU atau delarasi kesepakatan bersama perlindungan perkawinan anak Indonesia. “ Adapun isi MoU atau deklarasi kesepakatan bersama tersebut  adalah menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak untuk tidak terjadi perkawinan anak sesuai Undang-Undang  perlindungan aanak.” Ungkap bupati Tapin.
 
Dikatannya pula isi MoU tersebut juga memuat tentang kebijakan daerah tentang penurunan perkawinan anak,  menyusun program dan kegiatan berbasis   hak anak untuk percepatan penurunan perkawinan anak sebagai program prioritas daerah. Selain itu juga isinya adalah mengkoordinasikan dan mensinergikan program dan kegiatan dengan sektor terkait baik pusat maupun daerah secara intensif, m,eningkatkan peran  masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media unuk mempercepat penurunan perkawinan anak dan mewujudkan anak Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing  tanpa adanya perkawinan anak.
 
Menurut bupati Tapin dengan adanya Mou ini maka kedepan di kabupaten Tapin  harus banyak-banyak dilakuan sosialisasi dan kepada dinas dan Badan yang terkait juga harus proaktif dan banyak-banyak turun ke masyarakat untuk memberian  sosialisasi serta anjuran dan himbauan kepada warga masyarakat agar tidak melakukan menikahkan atau mengawinkan anak-anaknya di bawah usia yang diperbolehkan Unadang-Undang perlindungan Anak.
 
Sementara itu Menteri  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof  Dr YohanaSusana Yembise, Dip Apling, MA mengatakan, kegiatan hari anak nasionalmerupakan yang pertama kali digelar di luar istana dengan  dihadiri 3000 anak sekaligus Ikrar bersama 19 Bupati se Indonesia. “Hari Anak Nasional dilaksanakan bertujuan untuk menumbuhkankesadaran dan peran aktif semua individu dan menciptakan lingkunganyang berkualitas serta mengakhiri kekerasan pada anak, “ katanya. Sumber : Kalimantanpost

Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin
email : kominfo@tapinkab.go.id ©2017